Ternyata itu si gadis beruntung

Jadi itu si gadis beruntung.
Dengan paras yang menawan dan mampu memikat hatimu?
Dengan suara merdu dan tingkahnya yang mampu membuatmu bahagia?
Dengan rambut panjangnya yang mampu membuatmu terpesona?

okey. Aku bahagia.
Setidaknya kamupun demikian.
Jadi, tolong nanti kamu ceritakan itu di rumah tulisan milikmu.
Karna akupun disitu. Menunggumu.
Menunggu kisahmu.
Menunggu bahagiamu.
Menunggu setiap kata manismu.

Walaupun untuknya.

Semoga kamu ada waktu untukku.
Ya mungkin menurutmu bukan waktu khusus buatku.
Tetapi waktu khusus untuk setiap tamu di rumah tulisanmu.
Tetapi bagiku, itu waktu khusus buatku
Buatku tahu lebih dalam tentangmu.
Tentang keseharianmu.
Tentang keadaanmu.
Tentang perasaanmu.
Tentang orang disisimu.

Jadi tolong, rangkaikan kata - kata manis itu untukku.
Aku ingin membacanya.
Aku ingin melihatnya.
Dengan itu, aku merasa spesial.
Karena aku bisa menempatkan diri disitu.
Hanya aku. Mungkin.

Aku akan menjadi pengunjung setiamu disitu.
Ya, pengunjung.
Tidak lebih.
Karena pengunjung tak akan menetap,
Walau sering bolak - balik datang.

Mudah – mudahan kamu tak membaca tulisan ini.
Karna, aku takut,
Setelah kamu membaca tulisan ini
Kamu membenciku.
Menganggapku penguntit yang akan mengusikmu.

Ma’af, jika kebiasaanku sekarang yang ingin tahu tentangmu itu mengganggumu.
Tetapi, mengertilah. Aku hanya ingin tahu tentangmu.
Itu saja. Tidak lebih.
Kalau kamu mengizinkan lebih sih ya tak apa, hehe.
Tidak – tidak. Hiraukan saja kata itu. Aku tak ingin kamu tersinggung.

Disini, tempat yang jauh darimu.
Aku memperhatikanmu.
Walaupun lebih banyak yang kamu pamerkan itu sedikit membuat nyeri hatiku
Tapi ya sudahlah.
Asalkan kau bahagia, kata Armada juga.

Untukmu,
Bahagia yaa..
Biarlah di rumah tulisanmu hanya terdapat rangkain kata – kata manis saja.
Jangan sekali – kali kamu tuliskan sendu.
Karna sendu hanya milikku.
Kamu tidak boleh.

Kalau ada apa – apa hubungiku saja.
Kalau kamu tidak berani, ungkapkan saja lewat syair.
Nanti, kuusahakan mengerti.

Percayalah,  aku akan ada untukmu.
Kapanpun itu.

Untukmu, yang membuatku selalu menunggu rangkaian kata – kata manis itu.

-Salam, si Sendu.

Komentar

Postingan Populer