mengapa

Aku mulai menerima
Tulus dan bahagia
Namun mengapa demikian
Sesuatu yang kembali mengingatkan

Air mata kembali jatuh
Dan ingatan sendu kembali muncul
Hati mulai risau
Juga perasaan yang bercampur aduk

Aku tak ingin kalah
Tentang perjuangan yang masih panjang
Tetapi mengapa tantangan semakin sulit
Menyurutkan tekad ku yang dulu menggelora

Pada tempat sang pencipta berada
Tolong bukakan pintunya
Biarlah resahku tersampaikan
Pada hati dan telinga Sang Kuasa


-si Sendu

Komentar

Postingan Populer