Dia yang tak terduga
Siang ini hujan sangat deras mengguyur lingkungan sekolahku, membuatku terjebak di halte depan sekolah yang sudah cukup sepi ini. Aku mengeratkan pelukanku dengan tas sekolahku ini karena aku mulai merasa kedinginan. sudah setengah jam aku menunngu angkutan umum disini namun daritadi tak ada yang nampak. Jalanan pun cukup sepi dan membuatku semakin takut. ‘Tuhan tolonglah aku ini, aku hanya ingin sampai di rumah dengan selamat’ kataku dalam hati.
Saatku sedang merunduk meratapi nasib yang entah bagaimana ini tiba-tiba sebuah mobil menepi di depanku dan menarik perhatianku. Kuperhatikan mobil itu hingga kaca mobil itu terbuka dan tampaklah si penghuni mobil itu.
“ayo naik” katanya
“aku?” kataku masih dengan rasa heran yang amat besar. Karena kalau tidak salah dia adalah teman laki-laki sekelasku namun dia juga sepertinya tidak suka denganku.
“kalau bukan lu siapa lagi?” katanya dengan ketus
“kenapa aku harus naik?” aku semakin bingung dengan dia. Maksud dari ini semua itu apa.
“ya lu mau pulang kan? Lagi hujan gini mana ada angkutan umum lewat. Mau lu tungguin sampai malam pun gak bakal ada.” Lagi-lagi jawab dia dengan kesal.
“iya aku emang mau pulang. Terus hubungannya sama kamu apa?” kataku lagi yang masih terheran-heran
“ish tinggal naik aja ribet. Gue gak bakal nyulik lu juga. Ayo naik. Gue anter lu pulang.” Katanya dengan mengacak-ngajak rambutnya.
Akhirnya akupun naik mobilnya dan benar dia mengantarku sampai depan rumah. Dan satu yang membuatku bingung, dia mengantarku sampai di rumah tanpa nanya alamat rumahku dimana. ‘Emang alamat rumahku itu diketahui sama orang-orang ya?’ akhirnya sebelum turun dari mobilnya aku memutuskan bertanya.
“eh kok kamu tahu rumahku disini? Perasaan kamu engga pernah ke rumahku deh sebelumnya?” kataku
“waktu itu kan Nisa temen lu bilang” jawab dia santai
“bilang kaya gimana” kataku lagi
“kata Nisa gini nih ‘temen-temen hari ini Ratu Ulang Tahun yaa, kalian semua di undang ke rumahnya di jalan anggrek’ tuh kaya gitu” kata dia sambil menirukan gaya bicara sahabatku.
“oh iya yaah aku lupa” kataku
“oh yaudah aku masuk yaa, kamu mau mampir dulu gak?” katak menawarkan
“engga makasih” jawabnya singkat padat jelas
“oh okey, makasih yaa udah mau anterin Ratu” kataku dengan tulus sambil tersenyum
“iya sama-sama”
Aku pun langsung turun dari mobil dan masuk ke rumah.
Sesampainya aku di kamar, saat mau menutup tirai jendelaku aku masih melihat mobil Milka disana, di depan rumahku. Iya dia yang mengantarku pulang tadi. Kenapa ya masih di depan rumahku. Aku jadi bingung.
Akupun memutuskan menghubunginya, aku cari-cari id line dia di grup kelas karena memang aku tidak sekontak dengan dia. Setelah ketemu aku langsung menelfonnya.
“kenapa belum pulang? Ada masalah? Mobilnya mogok?” kataku dengan banyak pertayaan
“pertama kenapa gue belum pulang karena gue belum mau pulang, kedua gak ada masalah, ketiga mobil gue gak mogok” jawab dia dengan santai
“ohh, mau masuk dulu gak?” tawarku
“engga” kata dia singkat
“gue maunya lu” sambungnya
Setelah itu entah bagaimana aku, tetapi yang jelas aku kenapa-kenapa.
Bersambung....
#TantanganODOP4
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi
Komentar
Posting Komentar