Semua bukti kemuliaannya mana yang bisa dibohongi?
Itu amat jelas terlihat dan terasakan.
Ia yang begitu piawainya membelai dan memelukku, mana bisa terlewatkan begitu saja....
Senyumnya, hangatnya, kasihnya dan semua yang ia lakukan terasa amat istimewa bagiku.

Namun bagian mana saja yang selalu aku buat tersenyum?
Nyatanya hanya sebutir debu yang tak ternilai itu.
Aku yang begitu bodoh menyakitinya selalu dan selalu ini seakan bagai kacang lupa kulitnya...
Aku malu, malu sekali mengungkapkan ini,
Aku seolah olah tidak berdosa atas semua laku kasarku kepadanya.

Tapi aku bersyukur, masih ada waktu untuk memperbaiki diri, memperbaiki kesalahanku dan masih bisa merasakan hangat kasihnya di detik ini.

Puji Tuhan, kesempatan berharga ini seharusnya tidak aku sia siakan dengan menyakitinya....

Namun, ada sesuatu yang membingungkan disini, aku tahu, sangat tahu, tapi aku harus apa,
Keraguan itu tampak jelas di matanya, itu yang membuatku ragu tuk melangkah hingga aku diam disini, membatu disini dan tak tahu kapan aku bisa melangkah dengan senyumnya....

prmystxx

Komentar

Postingan Populer