Cerita si anak gadis
Malam tanpa cahaya bintang ini menggiring seorang anak pada sesaknya beban yaitu tidak ingin mengecewakan orang tuanya, dengan hati yang tulus ia tetap mencoba memahami yang sama sekali tidak ingin ia sentuh bahkan melihat saja tidak mau. Namun berkat cintanya terhadap orang yang sudah bersusah payah membesarkan nya ia tetap melakukan nya, dengan ikhlas. Dan lagi lagi ikhlas nya itu belum cukup untuk menjalaninya banyak sekali hal hal mengganggu nya seperti suara bising musik sebelah rumah dan juga kendaraan yang lewat tanpa permisi. Namun lagi lagi ia tetap menjalaninya, mencoba menghalaukan semua kegaduhan itu. Ia juga di sentuh pada memorinya kala mendengar tawa tawa bocah yang kebetulan melewati rumah nya, ia juga dulu sama seperti itu, masih terlalu banyak tertawa dan tidak memikirkan beban seperti sekarang. Namun ia tidak pernah menyesalinya, kala dulu ataupun sekarang, karna ia yakin bahwa sudah ada garis hidup dari sang maha kuasa untuknya, baginya ini adalah sebuah proses. Untuknya sampai pada sebuah kebahagiaan yang tiada terkira hari esok.
**
Masih dengan seorang anak itu, ia tetap saja berbaring dengan sebuah buku tebal yang membisu di pegangannya, ia nampak sangat berat membacanya karna memang otak dan matanya sudah tidak bisa berkompromi dengan banyaknya huruf dalam buku itu, namun ia teringat kembali bahwa hari ini baru sedikit ilmu yang ia dapat, ia nampak kurang dan tetap ingin berjuang mendapat ilmu sebanyak mungin hari ini. hingga tibalah saat ini,Ia merasa menyesal bahwa banyak waktu yang ia lewatkan cuma cuma hari ini, saat waktunya tidur ia malah harus bersusah payah mendapatkan ilmu yang seharusnya sudah ia dapatkan selama siang hari tadi.
Namun pada akhirnya ia menyerah pada kuatnya mata yang ingin menutup dan pada dunia yang tak tergapai, menyisahkan seonggok buku membisu dilantai..
Komentar
Posting Komentar