Nih buat kamu
“nih buat kamu” katanya sambil
memasangkan gelang itu ditanganku
“makasih yaaa, jadi ini kita
coupelan gitu gelangnya?” kata ku sambil tersenyum melihat gelang itu
bertengger di tanganku
“iyaaa, kita samaan.”balasnya
sambil tersenyum melihatku
“janji yaa kita harus sahabatan
sampai selama lamanya” lanjutnya dengan mata berkaca kaca melihatku
“iyaaa, pasti” balasku dan
langsung memeluknya dengan erat.
**
Kejadian 2 tahun lalu itu
membuatku selalu sesak setiap kali memikirkannya. Aku yang dengan jahatnya
mengingkari janji yang telah aku dan dia sepakati bersama. Aku yang
meninggalkannya hanya karna kesalahan kecil yang ia perbuat. Huft… seharunya
aku tak boleh seperti itu.
Kini ia sendiri dan aku dengan
santainya tertawa dengan yang lain. Oh God…
**
“ehh nii, belum pulang?” kata ku
kala melihat dia sendirian di pinggir pagarr sekolahku
“iya nih, lagi nunggu di jemput”
katanya menjawab pertanyaanku
“yaudah aku duluan yaaa” kataku meninggalkan
dia dengan teman temanku yang lain.
Tatapannya itu,
Selalu mebuatku merasa bersalah
dan bersalah.
“ma’afkanku nii” kataku dalam
hati
**
Berjuta-juta kali ia
menatapku seperti itu dan berjuta-juta
kali pulalah aku merasakan sesak dan kegundahan. Ini semua terlalu menyakitkan
buatku.
Benar penyesalan selalu datang
terlambat dan kini aku telah menyesal meninggalkannya.
Beberapa kali aku mencoba
memulihkan keadaan ini agar bisa seperti dulu lagi, namun selalu gagal dan
gagal. Kecanggungan melingkupiku dan dia saat berjumpa dan bersama.
Aku tak tau lagi harus bagaimana
dalam bersikap untuk mengembalikan dan memulihkan keadaanku dengannya. Jujur
sekarang aku rindu kamu Nii…
Rindu kebersamaan kita, rindu
tentang kamu, rindu dekat kamu, dan rindu sebagai seseorang yang tahu pertama
segalanya tentang kamu….
Aku tahu banyak hal yang ingin
kamu pertanyakan kepadaku tentang ini, mengapa dan kenapa ini bisa terjadi pada
kita.
Dan aku tak punya beribu jawaban
untuk menjawab semua itu, bibir dan otakku kelu Nii, ketika aku menduga duga
pertanyaan apa yang akan keluar dari mulutmu nanti, karna tak ada satu katapun
yang mampu menjelaskan itu semua…
Sekali lagi ma’afkan ku, sahabatku…
#tantanganpekanVI
#ODOPBATCH5
#onedayonepost
Komentar
Posting Komentar