Cerita dari jalan pulangku
Ku tapaki untaian jalan pulangku
Dengan bising yang ku sumpal dengan alunan musik
Sambil ku peluk erat tubuhku
Untuk melindungi diriku sendiri
Banyak suara nakal itu
Yang untungnya tak lagi bisa ku dengar
Semakin lama semakin iseng
Semakin ku dekat semakin liar
Untung aku tidak sendiri
Sehingga suara nakal itu tidak berubah menjadi tindakan bringas
Tak lain tak bukan sebab ada kehadiran seseorang
Yang tak terlihat berjalan di sampingku
Dia sahabatku
Yang selalu menemani tiap langkahku
Dia Tuhanku
Tuhanku yang amat baik
-R
Komentar
Posting Komentar